EnglishFrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish

18 Maret 2011

PENYAKIT YANG DIBENCI PRIA

NANGISITAS
 Akibat terlalu sensitif.
Gejalanya :
bibir cemberut, mata kedip-kedip.
Efek sampingnya :
mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri.
Penyakit ini bisa diobati dengan obat TegarIdol, OBH (Obat Berhati Hamba).
CURHATIS
 Bawaannya pengen nyerocos.
Efek samping :
rahasia orang bisa bocor.
Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatisnya ke orang yang tepat, apalagi sama Tuhan.
CEREWETISME
Lebih parah dari Curhatis, tidak mengandung titik koma.
Efek samping :
muncrat, telinga tetangga budek, dada cowoknya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus.
LAMA DANDANITAS
Pengennya diem depan cermin. Tangan kiri gatel-gatel pengen pegang sisir, tangan kanan kram-kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak.
Efek samping:
menor, telat, cowoknya berkarat, nggak kebagian makanan.
Cara mengatasi:
Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah percaya diri).Buat cowok minum Toleransipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi.
CEMBURUANOMY
Gejala : muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik.
Coba cegah dengan obat sirup prasangka baik tiga sendok sehari, pil pengertian dan tablet selidiki dahulu.
NGAMBEKILATION
 Gejala hampir sama dengan Cemburuanomy.Minum Sabaron dan Bersyukurinis

CARA MELINDUNGI MATA DARI RADIASI KOMPUTER

Anda bisa saja mengalami Computer vision syndrome (CVS) atau kumpulan gejala penglihatan setelah menatap komputer atau layar elektronik lain seperti televisi, ponsel atau tablet PC selama lebih dari 2 jam tanpa terputus.Gejala CVS antara lain meliputi sakit kepala, gangguan fokus, mata terasa panas dan terbakar, pandangan kabur, hingga nyeri di pundak atau leher. Penyebabnya adalah mata dipaksa terlalu keras melihat layar komputer sehingga mata mengalami EYE STRAIN (ketegangan).Untuk melindungi indra penglihatan, dari pengaruh radiasi,ada beberapa hal yang cukup mudah untuk dilakukan.antara lain;
.
1. Gunakan penerangan yang cukup.

Kebanyakan ruangan kantor menggunakan pencahayaan yang terang, bahkan terlalu keras misalnya sinar matahari langsung. Padahal, makin terang bukan berarti semakin baik karena cahaya yang berlebihan justru menambah ketegangan pada mata.Jika di sekitar Anda terdapat jendela, gunakan tirai untuk meminimalkan cahaya yang masuk. Jika ingin menghemat energi Anda bisa mematikan lampu ruangan dan memakai penerangan alami dari matahari

2. Atur pencahayaan di layar monitor.

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi ketegangan mata adalah mengatur tingkat keterangan (brightness) serta kontras di layar monitor. Tidak ada pengaturan yang benar atau salah, tinggal disesuaikan dengan kenyamanan mata Anda.

3. Sesuaikan ukuran huruf dan warna.

Berbeda dengan huruf di atas kertas biasa, pada layar komputer huruf ini tersusun atas titik-titik atau pixels. Sehingga, untuk melihat huruf pada layar, mata harus terus berakomodasi, sehingga terjadi ketegangan. Mengatur ukuran huruf serta warna bisa mencegah ketegangan mata berlebihan. Caranya, tambah ukuran huruf sehingga jelas terbaca tanpa perlu mencondongkan tubuh

4. Istirahat.

Seharian berada di depan layar monitor tentu menyebabkan rasa lelah. The National Institute of Occupational Safety and Health merekomendasikan pekerja yang menghabiskan waktunya di depan komputer untuk mengambil jeda lima menit untuk satu jam waktu Anda di depan komputer. Sementara itu American Optometric Association merekomendasikan jeda 15 menit untuk setiap dua jam sekali agar mata menjadi rileks.

5. Jaga jarak.

Menatap huruf di kertas biasa kemudian beralih ke layar komputer secara terus menerus akan menimbulkan ketegangan pada mata. Untuk mencegahnya, dekatkan kertas yang akan dibaca sedekat mungkin dengan layar monitor atau menggantungnya di samping layar.

Semoga bermanfaat bagi anda yang harus menghadapi layar PC setiap harinya.

VLAD DRACUL

Nama aslinya Vlad Tepes (dibaca Tse-pesh). Dia lahir sekitar bulan Desember 1431 M di Benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II), yang terkenal dengan sebutan Vlad Dracul, karena keanggotaannya dalam Orde Naga. Dalam bahasa Rumania, “Dracul” berarti naga. Sedangkan akhiran “ulea” artinya “anak dari”. Dari gabungan kedua kata itu, Vlad Tepes dipanggil dengan nama Vlad Draculea ( dalam bahasa Inggris dibaca Dracula), yang berarti anak dari sang naga.

Ayah Dracula adalah seorang panglima militer yang lebih sering berada di medan perang ketimbang di rumah. Praktis Dracula hanya mengenal sosok sang Ibu, Cneajna, seorang bangsawan dari kerajaan Moldavia. Sang ibu memang memberikan kasih sayang dan pendidikan bagi Dracula. Namun itu tidak mencukupi untuk menghadapi situasi mencekam di Wallachia saat itu. Pembantaian sudah menjadi tontonan harian. Seorang raja yang semalam masih berkuasa, di pagi hari kepalanya sudah diarak keliling kota oleh para pemberontak.

Pada usia 11 tahun, Dracula bersama adiknya, Radu, dikirim ke Turki. Hal ini dilakukan sang Ayah sebagai jaminan kesetiaannya kepada Khilafah Turki Ustmani yang telah membantunya merebut tahta Wallachia dari tangan Janos Hunyadi. Selama di Turki, kakak beradik ini memeluk agama Islam, bahkan mereka juga sekolah di madrasah untuk belajar ilmu agama. Tak seperti adiknya yang tekun belajar, Dracula justru sering mencuri waktu untuk melihat eksekusi hukuman mati di alun-alun. Begitu senangnya dia melihat kepala-kepala tanpa badan dipancang di ujung tombak. Sampai-sampai sehari saja tidak ada hukuman mati, maka dia segera menangkap burung atau tikus, kemudian menyiksanya dengan tombak kecil sampai mati.


Dengan status muslimnya, Dracula mempunyai kesempatan belajar kemiliteran pada para prajurit Turki yang terkenal andal dalam berperang. Dalam waktu singkat dia bisa menguasai seni berperang Turki, bahkan melebihi prajurit Turki lainnya. Hal ini menarik perhatian Sultan Muhammad II ( di Eropa disebut Sultan Mehmed II). Hingga pada tahun 1448 M, menyusul kematian Ayah dan kakaknya, Mircea, yang dibunuh dalam kudeta yang diorganisir Janos Hunyadi, Khilafah utsmaniyah mengirim Dracula untuk merebut Wallachia dari tangan salib Kerajaan Honggaria. Saat itu Dracula berusia 17 tahun.


Dengan bantuan Turki Dracula dapat merebut tahta Wallachia. Setelah itu, sebagian besar pasukan kembali ke Turki dengan menyisakan sebagian kecil di Wallachia. Tanpa pernah diduga, Dracula murtad dan berkhianat. Dia menyatakan memisahkan diri dari Ke Khilafahan Turki. Para prajurit Turki yang tersisa di Wallachia ditangkapi. Setelah beberapa hari disekap di ruang bawah tanah, mereka diarak telanjang bulat menuju tempat eksekusi di pinggir kota. Di tempat ini seluruh sisa prajurit Turki dieksekusi dengan cara disula. Yakni dengan ditusuk duburnya dengan balok runcing sebesar lengan, kemudian dipancangkan di tengah lapangan.



Dua bulan kemudian Janos Hunyadi berhasil merebut tahta Wallachia dari tangan Dracula. Namun pada tahun 1456 hingga 1462 Dracula kembali berkuasa di Wallachia. Masa pemerintahannya kali ini adalah masa-masa teror yang sangat mengerikan. Yang menjadi korban aksi sadisnya bukan hanya umat Islam yang tinggal di Wallachia, tapi juga para tuan tanah dan rakyat Wallachia yang beragama Khatolik.

Di hari Paskah tahun 1459, Dracula mengumpulkan para bangsawan dan tuan tanah beserta keluarganya di sebuah gereja dalam sebuah jamuan makan. Setelah semuanya selesai makan, dia memerintahkan semua orang yang ada ditempat itu ditangkap. Para bangsawan yang terlibat pembunuhan ayah dan kakaknya dibunuh dengan cara disula. Sedang lainnya dijadikan budak pembangunan benteng untuk kepentingan darurat di kota Poenari, di tepi sungai Agres. Sejarawan Yunani, Chalcondyles, memperkirakan jumlah semua tahanan mencapai 300 kepala keluarga. Terdiri dari laki-laki dan perempuan, orang tua, bahkan anak-anak.


Aksi Dracula terhadap umat Islam di Wallachia jauh lebih sadis lagi. Selama masa kekuasaannya, tak kurang dari 300 ribu umat Islam dibantainya. Berikut sejumlah peristiwa yang digunakan Dracula sebagai ajang pembantaian umat Islam:

Pembataian terhadap prajurit Turki di ibu kota Wallachia, Tirgoviste. Ini terjadi pada awal kedatangannya di sana, setelah mengumumkan perlawanannya terhadap Khilafah utsmaniyah.

Hutan Mayat yang Tersula


Pada 1456, Dracula membakar hidup-hidup 400 pemuda Turki yang sedang menimba ilmu pengetahuan di Wallachia. Mereka ditangkapi dan ditelanjangi, lalu diarak keliling kota yang akhirnya masukkan ke dalam sebuah aula. Aula tersebut lalu dibakar dengan ratusan pemuda Turki di dalamnya.

Aksi brutal lainnya, adalah pembakaran para petani dan fakir miskin Muslim Wallachia pada acara penobatan kekuasaannya. Para petani dan fakir miskin ini dikumpulkan dalam jamuan makan malam di salah satu ruangan istana. Tanpa sadar mereka dikunci dari luar, kemudian ruangan itu dibakar.

Dendam Dracula terhadap Turki dan Islam semakin menjadi. Untuk menyambut hari peringatan St. Bartholome, 1459, dia memerintahkan pasukannya untuk menangkapi para pedagang Turki yang ada di Wallachia. Dalam waktu sebulan terkumpullah 30 ribu pedagang Turki beserta keluarganya. Para pedagang yang ditawan ditelanjangi lalu digiring menuju lapangan penyulaan. Lalu mereka disula satu persatu.

Aksi kejam lainnya adalah dengan menyebar virus penyakit mematikan ke wilayah-wilayah yang didiami kaum Muslimin. Dia juga memerintahkan pasukannya meracuni Sungai Danube. Ini adalah taktik Dracula untuk membunuh pasukan Khilafah utsmaniyah yang membangun kubu pertahanan di selatan Sungai Danube.


Pada 1462 M, Khalifah utsmani, Muhammad II mengirim 60 ribu pasukan untuk menangkap Dracula hidup atau mati. Pemimpin pasukan adalah Radu, adik kandung Dracula. Mengetahui rencana serangan ini, Dracula menyiapkan aksi terkejamnya untuk menyambut pasukan Turki.

Sepekan sebelum penyerangan, dia memerintahkan pasukannya untuk memburu seluruh umat Islam yang tersisa di wilayahnya. Terkumpullah 20 ribu umat Islam yang terdiri dari pasukan Turki yang tertawan, para petani, dan rakyat lainnya. Selama empat hari mereka digiring dengan telanjang bulat dari Tirgoviste menuju tepi Sungai Danube. Dua hari sebelum pertempuran, para tawanan disula secara masal di sebuah tanah lapang. Mayat-mayat tersula tersebut kemudian diseret menuju tepi sungai. Lalu dipancang di kiri dan kanan jalan, yang membentang sejauh 10 km untuk menyambut pasukan Turki.

Pemandangan mengerikan ini hampir membuat pasukan Turki turun mental. Namun semangat mereka kembali bangkit saat melihat sang Sultan begitu berani menerjang musuh. Mereka terus merangsek maju, mendesak pasukan Dracula melewati Tirgoviste hingga ke Benteng Poenari.

Pasukan Turki yang dipimpin Radu berhasil mengepung Benteng Poenari. Merasa terdesak, isteri Dracula memilih bunuh diri dengan terjun dari salah satu menara benteng. Sedang Dracula melarikan diri ke Honggaria melalui lorong rahasia. Hingga tahun 1475 M Wallachia dikuasai oleh Khilafah Turki Utsmaniyah, sebelum akhirnya direbut kembali oleh Dracula yang disokong pasukan salib dari Transylvania dan Moldavia.

Dracula tewas dalam pertempuran melawan pasukan Turki pimpinan Sultan Muhammad II di tepi Danau Snagov, pada Desember 1476. Kepala Dracula dipenggal, kemudian dibawa ke Konstantinopel untuk dipertunjukkan kepada rakyat Turki. Sedang badannya dikuburkan di Biara Snagov oleh para biarawan.

modifikasi ala jorge lorenzo